Blog · July 28, 2021

Biden menyelesaikan koalisi teknologi menjelang berpartisipasi berkualitas semikonduktor

Penulis: Tian He, CUHK-Shenzhen

Pemerintahan Biden pernah menyampaikan rengrengan ambisius menjelang menggarap koalisi tekno-demokrasi menjelang mendurhaka keinsafan laju China demi benua adikuasa teknologi. Strategi ini sorok-sorok menginjak terdiri pada Jepang, Korea Selatan, dengan Taiwan, momen Presiden AS Joe Biden menginjak menggarap pula unit semikonduktor pada Amerika Serikat.

Sementara Amerika Serikat tinggal mengontrol patron chip, berlebihan kongsi AS pernah menunaikan outsourcing pabrikasi. Pangsa benua sejak manufaktur chip menyeluruh pernah turun sejak 37 komisi atas tarikh 1990 sebagai 12 komisi yaum ini. Sementara itu, tiga generator daya semikonduktor Asia Timur – Jepang, Taiwan dengan Korea Selatan – menyimpang nyaris 70 komisi sejak pabrikasi semikonduktor menyeluruh. China oleh ekspres mengoyak tertinggal oleh tetangganya dengan masih berkualitas sikap menjelang sebagai penghasil chip terbesar pada rat atas tarikh 2030.

Erosi dasar manufaktur AS pernah mengerjakan Amerika Serikat luar biasa terpulang atas Asia Timur menjelang suplai semikonduktornya. Kekurangan chip yg disebabkan sama hawar COVID-19 belum lama mengekspresikan liabilitas periode berkualitas ikatan suplai semikonduktor AS. Mengingat bahwa semikonduktor luar biasa signifikan menjelang nyaris sekalian gadget elektronik dengan teknologi pertama, tadbir Biden sebagai wajar empot-empotan berhubungan Amerika Serikat yg kelenyapan kesempatan ke pasokannya.

Inisiatif penguasa dengan unit partikelir masih dilakukan menjelang menambah penguasaan pabrikasi berkualitas distrik AS. Pada 8 Juni 2021, Senat menguraikan Undang-Undang Inovasi dengan Persaingan AS. RUU tertera menyampaikan US$52 miliar menjelang membiayai eksperimen dengan perluasan semikonduktor. Intel, penyusun chip terbesar pada benua itu, pula pernah memperkenalkan desain ‘IDM 2.0’ yg mengatup rengrengan menjelang merasuk usaha dagang pengecoran.

Tidak serupa tenaga menjelang menyalakan pula pabrikasi berkualitas distrik, merumuskan desain koalisi teknologi sepertinya mengusulkan jalan keluar yg bertambah ekspres menjelang membereskan pasal ikatan suplai. Pada rembulan Juni, selesai mengawasi ikatan suplai responsif, tadbir Biden menyampaikan barangkali Amerika Serikat ‘terbawa-bawa oleh mitra dengan rekan’ menjelang menggarap ikatan suplai semikonduktor ‘kebal’. Strategi koalisi Biden bakal luar biasa terpulang atas Jepang, Taiwan dengan Korea Selatan oleh gengsi vital mereka berkualitas ikatan suplai menyeluruh.

Tujuan ulung desain ini yaitu menjelang memangkas dependensi AS atas Taiwan menjelang suplai chip terdahulu. Ada bakat bahwa Jepang bakal sebagai puser sejak rengrengan ini. Pada rembulan April, penguasa AS dengan Jepang akur menjelang mengerjakan jala-jala ikatan suplai semikonduktor terdesentralisasi pada mana pabrikasi tiada terpulang atas tanah definit ataupun atas Taiwan.

Antusiasme Jepang mengenai desain koalisi Biden tiada belaka berawal sejak skeptisisme bertepatan berhubungan watak kemauan teknologi China, namun pula sejak kementakan menjelang menciptakan jala-jala suplai tiga kompas oleh Taiwan. Ini bisa menyenggangkan mata air chip kontemporer yg puas menjelang pabrik elektronik ruwet Jepang. Sejak tarikh 2020, Kementerian Ekonomi, Perdagangan dengan Industri Jepang pernah beraksi menjelang menganjur Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), anemer semikonduktor terbesar pada rat menjelang mencacakkan bedah pada Jepang. Upaya tertera pernah bertemu, oleh TSMC dilaporkan menyempurnakan rengrengan menjelang mengambil inisiatif bengkel chip Jepang pertamanya atas depan tarikh 2023.

Ada secolek kecurigaan bahwa tadbir Biden bakal mencangkokkan Taiwan ke berkualitas koalisi teknologinya, pertama oleh pangkat Taiwan demi dasar pabrikasi chip menyeluruh tiada harus bersalin pada kurun dewasa nanti. TSMC detik ini menghaki bertambah sejak 50 komisi pasaran pengecoran menyeluruh dengan bertambah sejak 90 komisi manufaktur chip ruwet. Dalam tanya-jawab perdagangan perdana Presiden Biden oleh Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, kooperasi AS-Taiwan berkualitas ikatan suplai chip sebagai rancangan ulung.

Masalah ulung berkualitas menegakkan koalisi semikonduktor AS-Taiwan yaitu cita-cita AS menjelang pabrikasi semikonduktor pada pertiwi. TSMC waktu ini masih menggarap kesempatan manufaktur senilai US$12 miliar pada Arizona dengan merefleksikan penciptaan bengkel pengepakan chip pertamanya pada Amerika Serikat. Upaya Biden menjelang merelokasi pabrikasi semikonduktor konstan bakal bertubrukan oleh rancangan vital penguasa Tsai menjelang menambah gaya topik Taiwan pada unit semikonduktor.

Ada pula ketidakpastian sekitar penguasaan Biden menjelang merawitkan Korea Selatan, generator daya setrum semikonduktor yg pernah mengoyak gerakan penyeimbangan sela Amerika Serikat dengan China. Biden pernah menunaikan tenaga eksklusif menjelang menenteramkan pekerjaan seimbang Korea Selatan. Pada rembulan Mei, kedua benua memublikasikan kontrak menjelang memperdalam pekerjaan seimbang pada bermacam ragam pabrik, terlingkungi pabrikasi semikonduktor. Hanya para yaum maka, perjumpaan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in oleh Biden pada Gedung Putih terlingkungi rembuk berhubungan pekerjaan seimbang semikonduktor.

Satu daya pasal oleh desain kasat mata tegap. Kolaborasi teknologi sela Korea Selatan dengan Jepang sebagai historis ruwet. Misalnya, bentrokan diplomatik berhubungan pasal ‘perempuan penggembira’ menerbitkan genting ikatan suplai semikonduktor atas 2019, oleh Jepang menutup ekspor tiga tahi ketam ilmu pisah signifikan menjelang manufaktur semikonduktor ke Korea Selatan.

Strategi koalisi teknologi Biden bakal lemah kalau alpa iso- benua mengulangi langkah-langkah seroma ini. Ada pertumbuhan terpatok menentang pekerjaan seimbang trilateral, namun perjumpaan AS-Korea Selatan-Jepang belum lama secuil tegap berpusat atas pasal terikat Korea Utara. Pemerintahan Biden tinggal wajar beraksi kaku menjelang menobatkan koalisi teknologi demi preferensi ulung berkualitas relasi trilateral.

Tian He yaitu Asisten Peneliti pada Institut Lanjutan Studi Tiongkok Global dengan Kontemporer, Universitas Tiongkok Hong Kong, Shenzhen.