Blog · May 1, 2021

BJP Modi mencium kemut-kemut arteri pemilih batin hati penunjukan Benggala Barat

Penulis: Manas Nag, Singapura

Pemilihan Majelis Legislatif Benggala Barat yg tengah berlanjur sudah menyaksikan desersi segenap politisi wilayah sel sejak All India Trinamool Congress (TMC) ke saingannya Partai Bharatiya Janata (BJP). Negara sel yaitu cela se- arena pertarungan ujung BJP. Partai tercantum suah bergulat buat memijakkan sagang pada Benggala Barat, lamun itu mentak berganti belakang pasar ini oleh meningkatnya anti-incumbency. Bahkan jikalau TMC melindungi jabatannya bersama-sama keuntungan yg terik, penunjukan ini mau menentukan etika pangkal hangat ransum partai-partai tempat.

India, wilayah kerakyatan terbesar pada bentala, memaksudkan pantulan solid lawan nama baik ala candra Maret sejak ganda sistem universal. Freedom House membongkar kaliber India sejak kerakyatan ‘selamat’ sebagai ‘sebelah selamat’, mengambil gerakan solid penguasa induk yg dipimpin BJP lawan getah perca kritisi beserta pengkambinghitaman yg konstan lawan minoritas, terpenting Muslim. Institut V-Dem berangkat makin larut beserta memerincikan India selaku ‘otokrasi elektoral’.

Kedua memo tercantum menggarisbawahi kelanjutan yg menuruti penunjukan kasar 2019 pada mana federasi yg dipimpin BJP menjumpai keuntungan persis. Pengesahan Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) ala Desember 2019 menyulut penolakan dalam negeri yg betul ditekan sama terup ketenangan. Kerusuhan ketuhanan berikutnya pada Delhi mengungkap peran serta penjaga keamanan beserta ketidakpedulian penguasa induk lawan kebengisan memudurkan. Pembatasan internet, gerakan solid selagi setahun pada Jammu beserta Kashmir, beserta gerakan solid dalam negeri lawan nyamuk pers, arsitek mahajana biasa, beserta disparitas visi ketatanegaraan sudah menggelisahkan kerakyatan India.

Namun, ransum Perdana Menteri Narendra Modi, perkara ini kali sahaja berakibat alit ala rakitan pemilu. Aliansi Demokratik Nasional yg dipimpin BJP hidup selaku juara batin hati penunjukan Majelis Legislatif Bihar November 2020, walaki kalah mengelola hawar COVID-19 beserta kritis migran pada wilayah sel itu.

Ada kenaikan gendongan buat BJP oleh masa ini ini membersihkan penunjukan pada sarwa India pusat beserta barat beserta memakai kisah pada timur bahar. Di berlipat-lipat wilayah sel, ibarat Assam, apa pun yg disebut ‘riak Modi’ kemenangan pemilu berlabuh oleh emosi anti-petahana yg solid.

Mesin ketatanegaraan BJP yaitu bedah yg asing simpel, yg membelit sekeliling 180 juta tubuh, fungsionaris berbasis digital beserta pemodalan maskapai yg betul mulia, menjadikannya ketahanan yg memanjangkan. Sementara BJP beserta cabangnya menyuarakan skedul teokratis buat membantun warga sebagian besar Hindu, sendi pemilih tersegmentasi pada sarwa tempat tinggal.

Bagi BJP, membela penunjukan Benggala Barat mau menguatkan posisinya pada timur beserta membantunya batin hati manifestasi skedul ideologis beserta politiknya, terhitung CAA. Berbeda bersama-sama pemilu legislatif pada India kidul, pada mana keuntungan tak nongol pada surat buat BJP, pada Benggala Barat rekaan penyek TMC membangun tajuk pemilu yg inklusif.

Penggunaan kebijaksanaan metaforis TMC buat merayu pemilih Muslim sudah membawa dampak kenaikan penghadapan. Namun, masyarakat Muslim malar sedikit terwakili walaki mencorakkan 27 pembasuh tangan sejak warga wilayah sel.

BJP sudah menyentuh profit sejak penghadapan ini batin hati mengacar gendongan sejak penganut Hindu subaltern, yg merasa komplikasi oleh tadbir berenteng-renteng sudah kalah memajukan pembatasan sosial-ekonomi mereka.

Meningkatnya anti-incumbency pada wilayah tercantum dipicu sama pendapat manipulasi pada plural besar tadbir. Ada kritikan lapang terhadap pelacakan bunga beserta cela rawat sama getah perca komandan TMC setempat batin hati penjatahan pertolongan Topan Amphan ala tarikh 2020. Kekerasan ketatanegaraan yg ditargetkan lawan saingan, menyusutnya lingkungan buat disparitas visi beserta pendapat teror pemilih sudah terpancang batin hati tamasya ketatanegaraan wilayah sel. Meskipun nongol tenaga buat mengelola ekspektasi pemilih beserta melembagakan restorasi pada batin hati organisasi politik, sejauh mana TMC angsal mengganti pengertian khalayak tengah belum tegas.

Ada tipis kesangsian terhadap gendongan solid yg dinikmati Menteri Utama Mamata Banerjee pada Benggala Barat. Gaya hidupnya yg irit betul perbedaan bersama-sama rekaan Modi yg makin mulia sejak aslinya. Tapi kejijikan khalayak lawan komandan TMC dalam negeri yaitu perkara eminen yg belum tertangani.

Sementara wibawa Banerjee tengah larut sejak surut, ketahanan sistem BJP beserta gendongan buat partai-partai kepak daksina tak diragukan berulang bertunas. Kelas subaltern, yg pembatasan sosio-ekonominya sebelah mulia terkatung-katung sama tadbir berenteng-renteng, bersedia-sedia buat menyongsong kaliber quo. Untuk kumpulan yg makin perlahan, Modi menandakan ukuran mau kenaikan sosial-ekonomi ala keputusannya. Di kolong Modi, BJP betul sukses mencium kemut-kemut elektoral.

Bahkan jikalau TMC malar menjabat, anti-incumbency mau sebagai prevalensi hangat ransum Ketua Menteri Banerjee oleh BJP memakai pintasan mulia. Tapi pemilu ini tak sahaja percobaan kalau ‘pembedaan Bengali’ – ini serupa mencorakkan giliran ransum India buat seluruhnya berulang menyungguhkan mengembangkan kejijikan lawan akal budi lurus beserta kemapanan.

Manas Nag yaitu master ketenangan pada penyedia pertolongan ketenangan universal yg berbasis pada Singapura.