Blog · July 17, 2021

Clubhouse pada Zona Konflik: Orang Afghanistan Hadapi Taliban pada Aplikasi Audio

Dengan penarikan rombongan kagok pula NATO yg segalanya integral, Taliban sudah mengencangkan pukulan yg besar, meragut ranah pula melahirkan keresahan hendak pengambilalihan baju hijau.

Sodaba berat merana bab apakah fraksi fundamentalis Islam lagi mengantongi “religi mereka yg terik, terpenting ala perempuan”.

“Ini yakni terusan meragut yg mengizinkan awak Afghanistan sedang berkata melantas per Taliban pula penguasa selaku real time,” tegas perencana pula penggubah ketatanegaraan yg berbasis pada Kabul, Fahim Kohdamani, yg sebagai pemilik bait diskusi ketatanegaraan pada kebijakan selaku urut.

“Orang-orang berat was-was bab apa pun yg berjalan selepas itu waktu ini akibat rombongan mendunia membelakangi Afghanistan.”

Warga Afghanistan pada utama praja tanah air itu sudah menikmati promosi nisbi berarti kemandirian kemasyarakatan dari Taliban terambau, namun surplus ini berkecukupan pada lembah bukit gaham akibat gerilyawan berkembang pada berbilang mak praja teritori.

Bagi gadis, kekhawatirannya semakin asik—Taliban melegalkan corak terkiat ketentuan Islam semasih tadbir mereka ala 1990-an yg menimbulkan sebelah penduduk terjebak pada bait mereka.

“Saya menyadari mereka tiada hendak mengiyakan penghuni yg mereka tafsir tentangan buat berkata, pula justru mengejek seorang perempuan yg bersoal bab hak-hak gadis,” tegas Sodaba.