Blog · August 23, 2021

COVID-19 mencurahkan mengatakan Korea Utara tak masih negara pertapa

Pengarang: Justin Hastings, Universitas Sydney

Setiap penyiaran COVID-19 pada Korea Utara mau benar selaku kemalangan. Sistem kesehatannya tak terlarat mengatasinya. Obat-obatan bersama perlengkapan medis susah diimpor oleh hukuman, penyetopan pinggiran, keberangkatan jawatan kemanusiaan bersama kesukaran netra duit kikuk. Bahkan lamun (penaka yg diklaim Korea Utara) tak nongol COVID-19 pada kampung itu, perniagaan Korea Utara tak diragukan masih menderita masalah.

Data kaku berkenaan Korea Utara susah didapat. Sejak penyetopan pinggiran Januari 2020, nongol luber sebut-sebutan masalah perniagaan, sekurang-kurangnya pada keratin perniagaan yg berjuntai ala mendatangkan bersama ekspor. Perdagangan China yg dilaporkan per Korea Utara turun 80 tip ala tarikh 2020 mulai tarikh sebelumnya, maupun muncung mula-mula tarikh 2021 secuil kian hangat, berpotensi oleh kepentingan baja yg kian tinggi. Pada tarikh 2020, angkatan penjeratan lauk Korea Utara ala dasarnya menipis, potensial oleh kegelisahan bahwa pergerakan mau membahu COVID-19.

Tanpa komoditas mendatangkan, maupun kemahiran bagi menghadirkan netra duit kaku melintasi ekspor komoditas, pekan menderita kesukaran bersama ketidakstabilan. Sejak penyetopan pinggiran, nilai bertih pada Hyesan sebagai mantap kian jangkung bersama menderita volatilitas yg kian tinggi dari pada Pyongyang bersama Sinuiju. Mengingat bahwa Hyesan kian berjuntai ala penggalasan pendatang teritori bagi pasokannya, ini mengekspos bahwa penyetopan pinggiran menciptakan masalah pada kota-kota yg tak mempunyai terusan mustaid bagi sediaan bertih nusantara.

Bahkan pada Pyongyang bersama Sinuiju, pada mana nilai bertih nisbi konstan—mengekspos bahwa kampung Korea Utara potensial mau mencopot serep bertih (potensial mulai serep tentara) demi teknik bagi menguasai kesukaran pekan—harganya labil ala muncung mula-mula tarikh 2021. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un singular melegalkan nongol bab makanan pada negaranya yg merusuhkan kebahagiaan dalam negeri.

Wawasan terbaik mulai genting Korea Utara semasih 18 candra terkebelakang merupakan bahwa Korea Utara aktual tak tersudut sebagai perniagaan mulai keratin jagat lainnya. Terlepas mulai nama baik Korea Utara demi negara pertapa, kampung ini terlampau berjuntai ala barang-barang mendatangkan bagi mempersiapkan pasarnya. Jelas, pemerintahan mafhum ini. Penekanan Kim Jong-un ala pabrikasi lauk bersama budidaya, yg mengawali penyetopan pinggiran COVID-19, mengekspos bahwa dia sudah mengepas (tak berbuah) bagi meminimalkan dependensi kampung itu ala penggalasan mondial bagi kepentingan mangsa dasarnya.

Penutupan pinggiran yg sendat bermusuhan bersama searah per kecendekiaan inklusif penguasa akan pekan. Sejak berpengaruh, Kim ala pukul rata membengkalaikan kampanye pekan sinambung oleh ia membutuhkan penghasilan yg dihasilkan mulai kampanye tercantum bersama oleh mengangkut kebanyakan penghuni. Pada tenggang yg sepadan, dia sudah memperturut kecendekiaan yg berujud bagi mengarahkan bersama mengkonsolidasikan pemantauan ketatanegaraan untuk penggarap pekan bersama maskapai, dan mengekstrak kian luber penghasilan mulai perusahaan-perusahaan ini.

Bahkan semasih taun, pemerintahan sudah mencari jalan membela penghasilan bagi kampung bersama sediaan bagi peruncit yg dikendalikan kampung. Selama taun, kapal-kapal berbendera Korea Utara bersama kampung ketiga mempertemukan transmisi petro mulai pesawat ke pesawat pada danau mondial yg menumbuk hukuman PBB. Agaknya, Korea Utara mempunyai netra duit kikuk yg solid, maupun sekurang-kurangnya sebabat per komoditas tukar barang, bagi memberi petro. Korea Utara serta segera mengekspor jutaan ton bongkah nyala api, seserpih tinggi ke China melintasi mengalihkan pesawat liar bersama lawatan pangkalan, bagi menghadirkan netra duit kaku.

Dukungan Kim menyandarkan persembahan pintu usaha dagang pada elit ketatanegaraan, khususnya berarti penggalasan mondial. Perbatasan yg sangat ditutup bagi durasi yg tak ditentukan mau berakhir rusak ala martabat perdua elit ini. Membuka penggalasan pinggiran sebagai eklektik bagi membolehkan segenap penggalasan melaluinya merupakan teknik yg hangat bagi membela gendongan mulai mereka yg disukainya walakin sempit mengena berarti memantapkan pekan. Ini serta mengasak kenaikan ketidaksetaraan celah si berpunya bersama si papa, makin pada Pyongyang.

Pihak berhak Korea Utara sudah menangani perembesan, makin kali mereka menyirapkan rekayasa bagi perkenan penggalasan terkini bagi mengantisipasi introduksi rujuk pinggiran. Akibatnya, peruncit yg terhubung sebagai ketatanegaraan potensial mampu lekas menganju penggalasan, walakin mereka yg terpinggirkan sebagai ketatanegaraan mau segera sarit bersama kelaparan mau mantap nongol pada celah umum kasar.

Penutupan pinggiran COVID-19 Korea Utara kementakan mau mempunyai imbas paser berjarak lainnya. Dengan tak adanya lembaga yg berkedudukan berarti perniagaan Korea Utara yg pasarnya enigmatis, keturunan Adam yg memesan bersama menjajakan komoditas sudah membeberkan sebanyak program pemecahan berarti akal bagi meneguhkan akad, meminimalkan ketidakpastian, menaikkan terusan ke penerangan bersama menaikkan anutan.

Dalam paser pandak, membran kemasyarakatan bersama jaringan berbasis anutan yg keluar mulai program koping ini mampu menunjang ahli Korea Utara berarti beradaptasi bersama berteguh hati. Namun berarti paser berjarak, terpenting per penyetopan pinggiran yg tidak berakhir bersama kesukaran makanan, belembang kemasyarakatan potensial start merenggang. Sampai menyirapkan rujuk penggalasan pinggiran, pemerintahan mesti nunggangi propaganda yg semakin kaku bagi menguasai kesukaran makanan bersama bab terikat.

Justin Hastings merupakan Profesor pada Departemen Pemerintahan bersama Hubungan Internasional, University of Sydney.