Blog · September 6, 2021

Gigitan hakikat menjumpai ‘Pakistan Baru’ Imran Khan

Penulis: Shuja Nawaz, Dewan Atlantik

Imran Khan selaku Perdana Menteri Pakistan atas 2018 selesai merobohkan kubu ketatanegaraan marga yg sudah menetap berisi rezim selagi separuh sepuluh tahun. Pakistan Tehreek-i-Insaf (PTI) miliknya bukanlah intensitas yg menongkrong pada kawah kebangsaan namun menjanjikan ‘tsunami’ transformasi menjumpai mewujudkan ‘Pakistan Baru’. Ia bergelut menjumpai menyesaki waadah itu.

Saat Khan turun cotok kedua kesempatan peran lima tahunnya, situasinya kagak serupa itu lemas — sepotong atas kepincangan esensial mulai pemerintahannya terkoteng-koteng, lalu sepotong atas elemen eksternal yg mudarat perdagangan. PTI membentengi sebagian besar pada Majelis Nasional namun kagak menyopiri Senat, menahan kecakapan Khan menjumpai sesudah-sudahnya meresmikan persiapan legislatifnya. Meskipun sira menyambut babil yg belah lalu persangkaan didiskreditkan, perdagangan yg kagak sip lalu pusaran pada Afghanistan bakal mempengaruhi kemampuannya menjumpai mengelola Pakistan lalu menyiapkan pengangkatan trendi.

PTI menginjak menjabat sama federasi kolaborator mulai majemuk bermacam-macam. Beberapa dilaporkan sudah dibujuk sama awak Intelijen Antar-Layanan tentara yg menongkrong menjumpai menyetop koneksi mereka sama faksi Liga Muslim Pakistan-Nawaz lalu menyarankan badan demi partikelir maupun berserikat sama PTI. Lainnya ialah oportunis yg sudah meloncat mulai tunggal kubu ke kubu beda selagi karir mereka. Pemerintah PTI yg belah ini merasa terik menjumpai berembuk sama tunggal bahana lalu menetralkan pemandangan yg menyatu menjumpai menambah acara mengendalikan. Namun itu kalut, dibantu sama babil yg terpecah latar yg batal menjumpai menunaikan tantangan serasi.

Krisis perdagangan benar-benar yg diperburuk sama COVID-19 meminta Khan menjumpai menyidik pesolok eksternal, terbabit mulai Dana Moneter Internasional (IMF)—majelis yg sudah sira siasat sejauh karir politiknya demi hegemon—lalu mulai China lalu Arab Saudi. Pada 2019–20, lantai kemajuan perdagangan Pakistan turun ke area minus pada -0,4 bonus. Sekarang menumpuk 2–4 bonus, namun ini sedang tersendiri pada kolong 7 bonus maupun kian yg dibutuhkan menjumpai kukuh berpengaruh pada ambang kemajuan penduduknya.

Program IMF Pakistan tertunda atas amatan ke-6 lalu ke-7 digabungkan selaku tunggal. Elemen kuncinya ialah kedudukan pajak Pakistan yg langsung memburuk lalu ketidakmampuan menjumpai menambah penghasilan fungsi memodali anggarannya yg mengarah atas kemajuan. Banyak yg mengelih sumbangan ekspansif demi pengakhiran sama pengiritan kesempatan silam lalu letusan senjata api perdana berisi akal menjumpai membela pemilu berikutnya sama menambah pengeluaran. Hal ini lagi dibangun pada pada separuh sangkaan yg dipertanyakan berkenaan promosi penghasilan pada ulang penyusutan taksiran stamina umum. Jika lantai kemajuan yg menumpuk beroleh dipertahankan lalu pengeluaran yg tertumbuk pandangan menjumpai proyek-proyek pembuatan merayu kadet pemilih, tertumbuk pandangan prospek pengangkatan permulaan.

Pakar antarbangsa kagak mempunyai visi jelas berkenaan kans perdagangan provinsi itu maupun tertumbuk pandangan sepadi suara. Pakistan mengasakan menjumpai mengindra rongga bernapas jangka lengkung senteng mulai bungkusan atas rembulan Agustus seputar US$2,8 miliar Hak Penarikan Khusus sama promosi pangkal geladak IMF.

Cadangan devisa Pakistan lagi menumpuk, dibantu sama lonjakan transmisi harta. Kendala atas hijrah angin menunggak cucuran indra penglihat harta gelap, meminta populasi menjumpai memerlukan pola formal Bank Negara Pakistan yg trendi lalu kian lemas. Diperkirakan transmisi harta atas warsa 2022 bakal selaku seputar US$31 miliar, maupun retardasi pernah tertumbuk pandangan. Cadangan devisa seputar US$20 miliar, kendati sepotong muluk bertabiat on call. COVID-19 lagi kagak mempunyai imbas melenyapkan yg persis sepantun yg berlangsung pada provinsi setangga India.

Tapi pemodalan kekok melantas sudah turun. Dan Pakistan kukuh berpengaruh berisi skedul {abu-abu} Gugus Tugas Aksi Keuangan yg meninjau pergerakan harta gelap lalu investasi teroris — maupun sudah menjalankan 26 mulai 27 bab yg memasukkannya ke berisi skedul itu. Pakistan sudah sukses terbit mulai skedul itu atas warsa 2015, lalu kagak diragukan masih mampu melakukannya masih, namun tertumbuk pandangan keresahan bahwa bukti ketatanegaraan mentak berpengaruh pada ulang gentusan menjumpai kukuh memasukkannya ke berisi skedul {abu-abu}. Beberapa rembulan ke ambang bakal mengekspos prospek rakitan.

Hubungan sama Amerika Serikat bakal benar-benar serius pada sini, pertama atas Afghanistan sudah berpengaruh pada kolong lagam Taliban selesai Amerika Serikat bergegas menjumpai terbit. Ini menciptakan bab pribumi alokasi rezim Biden, lalu mentak langsung menuntut Pakistan atas mengangkut Taliban. Jika Amerika Serikat lalu intensitas Barat lainnya mengganjal pembenaran diplomatik lalu pesolok perdagangan mulai penguasa yg didominasi Taliban, Pakistan bakal menyambut alternatif yg terik.

Haruskah Imran Khan membenarkan penguasa Taliban lalu berisiko selaku paria antarbangsa masih? Rusia, Cina lalu negara-negara Arab mentak belum meneruskan perisai ketatanegaraan menjumpai pembenaran kedaulatan Taliban pada Kabul. Ujian perdana mulai gendongan sorok-sorok AS menjumpai Pakistan bakal hingga atas rampung September maupun permulaan Oktober sama selesainya amatan IMF. Jika IMF menerima kontinuitas programnya menjumpai Pakistan, kita wajar berasumsi bahwa Amerika Serikat menyumbang mutu atas pesolok Pakistan berisi musyawarah Taliban lalu keluarnya AS mulai Kabul. Atau bahwa intensitas Barat lainnya mendukungnya, kian seandainya AS suam-suam ceker maupun menentangnya.

Pada November 2022, Khan usah menetakkan timbalan pamong lalu mitranya berisi menunaikan Pakistan, komandan tentara Jenderal Qamar Javed Bajwa. Dia naga-naganya sudah memobilisasi jaringan intim sama lalu dependensi atas konkuren menjumpai peran itu – Direktur Jenderal Intelijen Antar-Layanan tatkala ini, Letnan Jenderal Faiz Hameed. Ada lagi prospek ekstensi beda, mentak kian senteng, menjumpai Bajwa. Jika itu berlangsung lalu Hameed lalu konkuren superior lainnya bakal purnabakti sebelum kesempatan peran Bajwa ketiga rusak.

Tetapi ketatanegaraan Pakistan yg berubah-ubah beroleh menyurihkan vista itu, pertama seandainya perdagangan memfokus ke daksina. Jenderal Bajwa lagi bakal mengocak lantai lurah militer Oktober ini atas separuh jenderal purnabakti. Apa yg berlangsung berisi heksa rembulan ke ambang beroleh memutuskan kepemimpinan kesempatan ambang militer lalu kans terpilihnya rujuk Imran Khan.

Shuja Nawaz ialah Rekan Terhormat pada Pusat Asia Selatan pada Dewan Atlantik. Buku terbarunya ialah The Battle for Pakistan: The Bitter US Friendship and a Tough Neighbourhood.