Blog · August 24, 2021

Mantan anak didik Sekolah Menengah Persemakmuran menukas bahwa peristiwa gaham enggak dianggap sungguh-sungguh

Singapura — Seorang anak didik per Sekolah Menengah Commonwealth turun ke TikTok menjumpai menamai madrasah oleh enggak menginsafi keluhannya bab gaham.

Dalam gambar bergerak TikTok, netizen melaporkan bahwa semasa berkecukupan dekat madrasah per tarikh 2012 batas 2015, doski diintimidasi. Dia melaporkan bahwa selepas mula-mula parit karakter tuanya mengerti peristiwa yg berlaku kala doski lagi dekat madrasah semenjana 2, orang tua kaliber teruna itu menuduh teruna itu solo.

Dia menokokkan bahwa kedua kalinya doski mengerti gaham ke madrasah yaitu kala doski dianiaya sebagai raga. Dia berucap bahwa doski dijepit ke paldu dengan sayup ditampar.

Setelah mempertaruhkan maklumat objek dengan maklumat spektator, anak didik termaktub melaporkan bahwa doski dengan pengganggunya sama-sama dipanggil pergi per perkumpulan sama nyonya keahlian mereka.

Bertemu bersama-sama nyonya disiplinnya, anak didik termaktub melaporkan bahwa: “Dia memperolok-olokkan posisi itu, doski amat mengabaikannya, dengan doski menyediakan mengetahui ego betapa mereken aktivitas madrasah ego penaka sandiwara Tamil ataupun teater Tamil”.

Siswa itu menamatkan gambar bergerak TikTok-nya bersama-sama menokokkan bahwa doski berkehendak keadaan perundungan dekat madrasah dekat kesempatan kelak ditanggapi bersama-sama sungguh-sungguh dengan enggak demi canda.

Tahun lampau, selepas jalan padam badan oleh diintimidasi sama semua bumiputra laki, seorang teruna yuana menyalin pesan terhadap Perdana Menteri Lee Hsien Loong, yg kini dibagikan sebagai selebu, mendesaknya “menjumpai merevisi kebiasaan madrasah dengan MOE (Kementerian Pendidikan) melayani gaham ”.

Gadis 14 tarikh, yg namanya suah disunting menjumpai perlindungannya, melaporkan terhadap Lee: “Menurut sebuah bersekolah OECD, Singapura memegang lantai gaham perfek sebagai ijmal. Negara ego enggak sejumlah yg parak, akan tetapi ego berkecukupan dekat kulminasi eskalator gita.”

Surat itu berkitar dekat WhatsApp dengan terus diposting dekat Facebook. Tidak pasti bila pesan itu ditulis ataupun apakah Kantor Perdana Menteri suah menerimanya.

Gadis itu menyalin bahwa doski suah “diganggu dengan diserang sebagai raga dekat madrasah, oleh madrasah enggak menjamin patik. Saya walhasil menyayat badan solo dengan merasa benar-benar kecil hati.”

TISG suah menjumpai Commonwealth Secondary menjumpai menolakkan perkataan dengan keterangan. /TISG

Ikuti ego dekat Media Sosial

Kirimkan info Anda ke [email protected]