Blog · May 31, 2021

Menteri perantau praja Turki mengunjungi Athena sesudah sewot kepada perkataan kumpulan minoritas, Europe News & Top Stories

ATHENS (AFP) – Menteri perantau praja Turki dijadwalkan terserempak bersama-sama primer anggota kabinet beserta anggota kabinet perantau praja Yunani ala Senin (31 Mei), sehari sesudah meninggikan kegawatan dalam Athena bersama-sama perkataan akan minoritas Muslim dalam medan itu.

Mevlut Cavusoglu sebelumnya mencurahkan haluan kunjungannya sama dengan bakal menyiapkan rapat bilateral celah Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis beserta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan semasih KTT NATO dalam Brussel ala 14 Juni.

Tetapi ala yaum Minggu, penguraian Cavusoglu akan minoritas demi “Turki” sebelum mengunjungi kawasan timur samudra menempel tapal batas Turki menyulut jawaban sewot bermula Kementerian Luar Negeri Yunani.

“Minoritas Muslim dalam Thrace mengantongi sekeliling 120.000 penghuni Yunani,” sabda departemen itu bernas sebuah penjelasan.

“Upaya konstan Turki bakal mendistorsi fakta ini, juga kritikan enggak mengayomi hak-hak kelompok medan ini, ataupun pembedaan, enggak beralasan beserta ditolak sebagai kebulatan,” tambahnya.

Status minoritas Muslim Yunani sama dengan cela eka bermula sejumlah titik kontroversi celah sepasang kawan NATO.

Hubungan pun runtuh warsa kalakian semasih perkelahian kepada dana kekuatan dalam Laut Mediterania timur.

Yunani pun menyalahkan Turki membereskan cara sabaran sama beribu-ribu pencari surga warsa kalakian.

Langkah Ankara warsa kalakian bakal mengganti gereja utama Bizantium Hagia Sophia bermula museum selaku surau pun menyulut nafsu bermula Athena.

Turki kerap meminta bahwa Yunani bubar mengayomi hak-hak minoritas Muslimnya, jenuh dalam antaranya sama dengan dinasti rumpun Turki beserta berkata Turki.

Cavusoglu pun pernah mengarak hal ini bersama-sama mitranya bermula Yunani Nikos Dendias semasih musyawarah pers yg menajam dalam Ankara ala candra April.

Sebaliknya, Dendias mencurahkan Turki pernah “mengenai” kode etik antarbangsa beserta imbang kekuasaan tertinggi Yunani, meminta bahwa askar cuaca Turki pernah melayani ratusan penerbangan liar dalam kepada pertiwi Yunani.