Blog · April 15, 2021

Nanas menyendat cocok beda analitis saluran lintas-Selat

Penulis: Dalton Lin, Institut Teknologi Georgia

Beijing mendadak melansir atas 26 Februari 2021 bahwa mereka mau menangguhkan memasukkan nanas pada Taiwan start 1 Maret, seraya pretensi kuman terdeteksi atas nanas. Larangan nanas Taiwan menyadarkan atas inhibisi China untuk mauz Filipina selesai kebuntuan Scarborough Shoal atas April 2012, saat China serupa mencukil kuman atas buah-buahan Filipina bakal menantang memasukkan mereka. Mitra Taiwan, tergolong Jepang serta Amerika Serikat, seraya acap memikat krida bakal mengekspos kesetiakawanan mereka seraya tanah tercantum.

Berbeda seraya represi mauz atas tarikh 2012, periode represi nanas ini kelihatan asing atas kagak keluar peristiwa sebelum pengunduran tercantum. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjuluki embaran itu ‘laksana penangkapan’.

Latar punggung yg makin hebat pada inhibisi ini menyeret-nyeret gerak segitiga sama sisi sempang Beijing, Taipei serta Washington. Pernyataan serta krida rezim Biden mulai pelantikannya mengekspos bahwa mereka mau mempertemukan gendongan bertenaga rezim Trump tentang Taiwan. Larangan nanas yaitu tanda Beijing ke Taipei bahwa mereka kagak mampu memencilkan impresi Beijing untuk urusannya, kian seraya gendongan AS.

Larangan itu serupa becus dijelaskan seraya merujuk atas rezim Partai Progresif Demokratik (DPP) pro-kemerdekaan Taiwan yg belum lama merombak Dewan Urusan Daratan (MAC). Kepala MAC pertama sudah menyemboyankan kesempatan optimis analitis menumbangkan kebuntuan lin Selat. Larangan nanas menyampaikan realitas saluran lintas-Selat saat kagak keluar got formal bakal menabok penyakit sekecil ‘anasir rawan’ yg ditemukan atas nanas. Beijing menjelaskan pula prasyarat politiknya bakal pergantian – bahwa Taipei usah mendapatkan peraturan bakal menyambut pokok ‘ahad China’ Beijing – serta menukas penguasa DPP untuk provokasi saluran lintas-Selat.

Larangan itu rupa-rupanya doang usaha beda bakal menekan Taiwan, krida terbaru analitis operasi tinggi yg dimulai atas 2016. China sudah membatalkan peran serta mondial Taiwan, terpenting pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semasih wabah. Militer China sudah memajukan kapalnya pada kalangan sekeliling Taiwan, yg ragil bersarang ke zona pengenalan proteksi cuaca barat gerakan Taiwan. Secara perdagangan, China sudah menyetop petandang ke Taiwan serta menangguhkan persetujuan produksinya seraya tanah itu. Larangan nanas tergolong analitis kelas krida ragil ini.

Tujuan Beijing bukanlah bakal menyumbangkan hukuman perdagangan akan Taiwan selaku kesemestaan, namun bakal memutuskan hukuman tentang kalangan pelantikan topik DPP. Ini tergolong segalanya yg disebut ‘tiga madya serta ahad arek’ yg condong makin bersahabat akan DPP: usaha dagang madya ke terbatas, Taiwan madya ke kidul, penghuni berpenghasilan madya ke ringkas, serta arek Taiwan. Para petambak nanas tergolong analitis ikut bertumpukan pada semua kelas ini. Ada kabar burung bahwa intensi hukuman China berikutnya rupa-rupanya berkumpul parafin, yg sekerat hebat ditanam pada Taiwan kidul.

Sejak represi tercantum, Taipei sudah mengepas bakal menyigi segalanya yg mereka andai demi keharusan Beijing serta sudah berjerih payah bakal membaca gendongan mondial seraya menghasilkan propaganda #FreedomPineapples. Slogan tercantum menguntit tagline #FreedomWine yg membagul buah anggur Australia yg disetujui sama China. Kasus Australia serta Taiwan sebangsa atas China menolak keleluasaan ke pasarnya yg hebat demi trompet pemaksaan perdagangan bakal merepresentasikan ketidaksenangannya seraya korenah ketatanegaraan Canberra serta Taipei.

Kedua tamsil serupa mengekspos prioritas China bakal keharusan bazar zona {abu-abu} seraya mengorup keleluasaan rekan untuk rancangan gaya. Bentuk keharusan ini menguatkan China bakal menantang sudah memerlukan hukuman perdagangan.

Kasus Australia serta Taiwan serupa berjarak selaku istimewa. Perselisihan China seraya Taiwan atas dasarnya yaitu perkara kelas Taiwan – penyakit ‘ahad China’ – yg kagak diharapkan China bakal mendapatkan solusinya analitis jangka lengkung ringkas. Sengketa China seraya Australia yaitu perkara kecendekiaan Canberra, tergolong represi Huawei analitis desain 5G Australia serta meneriakkan pemeriksaan otonom tentang penggarapan China tentang taun COVID-19. Masalah kecendekiaan sempang China serta Australia mau langsung tersesat. Beijing sudah memutuskan semua ekspor terbesar Australia ke China bakal mencegah Canberra mendampak keinginan China pada kurun dewasa permulaan.

Beijing belum memutuskan ekspor unggul Taiwan ke China. Nanas Taiwan terlalu menggelantung atas rekan nasional, seraya ekspor ke China doang menyempal 9 uang rokok pada pemasaran. China serupa kepingin mampu memimpin lever serta pandangan Taiwan. Menyusul inhibisi nanas, Beijing melansir antaran 22 sikap perangsang pertama, tergolong menetralkan tanah serta gendongan moneter bakal merangsang usaha dagang perladangan Taiwan berinvestasi pada China.

Jika China luar biasa menekan kelas Taiwan, keluar efek jelas bahwa pemaksaan perdagangan mampu bertransisi selaku pertikaian bersenjata. Taipei rupa-rupanya mengekspos pembangkangannya seraya mengalir menentang kelepasan serta ini rupa-rupanya memeras yad Beijing. China sudah memencilkan menyumbangkan aksen perdagangan melampaui batas atas Taiwan bakal menyumbangkan kedua bengkah sayap saat bakal menggembala perbaikan, sekalipun saluran yg semakin keras.

Larangan nanas rupa-rupanya kagak sangat direncanakan serta penyakit kesegaran phytosanitary China rupa-rupanya jelas. Tetapi seraya menentukan bakal kagak bermusyawarah seraya Taipei bakal mengatasi penyakit ini, surat Beijing sudah disampaikan: Taiwan kagak mampu memencilkan China serta, sonder kognisi ketatanegaraan yg persis, menumbangkan kebuntuan lintas-Selat mau permanen selaku fantasi.

Dalton Lin yaitu Asisten Profesor pada Sekolah Urusan Internasional Sam Nunn, Institut Teknologi Georgia, serta Editor Eksekutif Riset Keamanan Taiwan.