Blog · June 30, 2021

Pelajaran serius mulai musibah bahtera berselulup Indonesia

Authors: Sigit S Nugroho and Keoni Indrabayu Marzuki, RSIS

Pada 24 April 2021, paksa berwajib Indonesia memaklumkan bahwa that Nanggala-402, bahtera berselulup Angkatan Laut yg menyisih jam mengadakan sasana tentara bahar atas 21 April, menyelam. Meskipun bedah perburuan selanjutnya pengamanan luas yg membelit modal tentara bahar mulai Singapura, Australia, India, Malaysia selanjutnya Amerika Serikat, bahtera berselulup itu bukan mampu ditemukan. Puing-puingnya lalu ditemukan atas 25 April bertambah mulai 800 meter pada dek latar bahar. Semua 53 pengikut terjumlah kepala pasukan sel bahtera berselulup Angkatan Laut lewat.

Tragedi ini cakap dibilang melahirkan kemusnahan terparah pada periode akur TNI AL, selanjutnya menyebabkan perdebatan serius belah karet pereka cipta kebijaksanaan proteksi Indonesia. Investigasi yg inklusif selanjutnya privat bakal mengenali pasal utamanya berat diperlukan, demi orde pertanggungjawaban pada awak yg lewat selanjutnya bakal mencegah bencana selaku berlaku pada periode haluan.

Itu Nanggala menyimpan kejadian sebelumnya memakai strata alias perabot yg luput. Pada warsa 2012, tiga bani sarira lewat batin hati sasana torpedo yg kandas lantaran ruang torpedo yg koyak. Sistem kontak telepon dek uap multifrekuensi onboard koyak pada semesta Nanggala’s sasana terkebelakang selanjutnya berat, mengabdikan kontak memakai modal beda. Petugas yg sebelumnya berdarma pada bahtera Nanggala bertambah tua mengetahui bahwa mereka sudah menempuh pemadaman setrum, pada mana pengawasan bahtera berselulup bukan main. Kapten terakhirnya, almarhumah Kolonel Heri Oktavian, jua selaku perseorangan memperdengarkan kemasygulan menyentuh kesiapan bahtera berselulup lantaran tempo pelestarian selanjutnya restorasi.

Angkatan Laut, ibarat sekalian agen baju hijau Indonesia, harus mengontrol rujuk aturan keselamatannya selanjutnya mengangkat pikiran keamanan yg bertambah selektif. Ini perlu mengontrol pendekatannya mengenai keamanan anggota selanjutnya peralatannya semasih bedah pembibitan, terlebih semisal itu berjasa mengecilkan total beker pembibitan tiap-tiap sel operasional. Lebih serius berulang, semesta TNI harus mengadakan audit inklusif bakal mengukur kesiapan alutsista.

TNI AL lekas mengorganisir kontingen pencari memakai mengumpulkan 21 bahtera beraneka macam varietas bakal mengebek manusia menyisih Nanggala. Itu sama dengan bahtera pemeriksaan hidrografi Angkatan Laut soliter, the Rigel-933, yg mengenali kedudukan yg diduga bahtera berselulup selanjutnya lekas mengirim lambang marabahaya ke International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO) yg menodong pecut antarbangsa.

Pada jam yg cocok, Nanggala Insiden termaktub mempersaksikan kebolehan Angkatan Laut Indonesia yg terpaku bakal mengadakan bedah perburuan selanjutnya pengamanan dek bahar. Berdasarkan atlas tata cara tentara bahar uap junior, Indonesia bercita-cita bakal menguatkan skuadron bahtera berselulup yg terpandang sebagai 10-12 bahtera selanjutnya sudah memaraf perikatan bakal logistik tiga bahtera berselulup mulai Korea Selatan.

Namun sebelum masalah, peningkatan kebolehan simpatisan bedah bahtera berselulup, ibarat pengamanan bahtera berselulup, belum sebagai pengutamaan istimewa. Angkatan Laut mengajukan kalender logistik bahtera mukhalis bahtera berselulup atas warsa 2019, yg diharapkan kini mau ditinjau rujuk demi pengutamaan. Kecelakaan itu semakin memperjelas bahwa pandangan Indonesia bakal memperluas skuadron bahtera selamnya harus dibarengi memakai kapitalisasi yg sama batin hati kebolehan simpatisan, terjumlah kebolehan perburuan selanjutnya pengamanan dek bahar.

Proses salvage dimulai atas mula Mei 2021 memakai pecut tiga bahtera salvage China. Mengingat belum lama ditemukan adanya persangkaan aktivitas spionase marine China pada danau Indonesia, keadaan ini mengundang perdebatan apakah pecut China ini melahirkan kekuatan bakal menggerakkan kedudukan Indonesia batin hati kondisi militerisasi Laut China Selatan yg bertambah lapang. Peristiwa ini membuktikan bahwa Indonesia berat berjumbai atas paksa asing bakal kebolehan pengamanan bahtera berselulup. Mengingat keadaan ini, mengelola sangkut paut yg terpandang memakai negara-negara bani ISMERLO bersama negara-negara pengoperasi bahtera berselulup lainnya berat serius.

Tetapi ibarat yg disoroti sama seorang empu keselamatan marine, terlebih kegiatan cocok antarbangsa menyimpan batasnya menimbang setiap tanah tumpah darah teman perlu merelokasi modal pengamanan mereka ke ajang yg dibutuhkan. Pada sudahnya, Indonesia harus menghamparkan kebolehan pengamanan bahtera selamnya soliter. Kerjasama memakai teman antarbangsa perlu berlaku batin hati reaksi ini. TNI Angkatan Laut perlu mengadakan kalender persilihan wawasan selanjutnya sasana pengamanan bahtera berselulup serentak memakai teman antarbangsa bakal menghamparkan keilmuan selanjutnya wawasan teknis batin hati bedah pengamanan bahtera berselulup.

Inisiatif ini mau menangkup kontradiksi wawasan Indonesia memakai teman antarbangsa selanjutnya memajukan praktiknya batin hati mendayagunakan selanjutnya mengelola strata bahtera berselulup. Oleh lantaran itu, kalender termaktub sebaiknya bukan sekadar membelit sarira bahtera berselulup, namun jua sel yg bertanggung sahutan bakal mengelola bahtera.

Ini sama dengan sejumlah pengetahuan menderita yg perlu diambil sama Angkatan Laut Indonesia, selanjutnya kelihatannya penguasa Indonesia mulai Nanggala masalah. Ini sama dengan pengingat yg betul-betul bahwa Angkatan Laut Indonesia larut pada buntut pandangan tentara bahar hijau-airnya. Tapi mudah-mudahan, dedikasi sarira bahtera berselulup yg garib mau mencetuskan ancangan anyar mendatangi keamanan operasional selanjutnya memajukan kebolehan Angkatan Laut Indonesia.

Sigit Suryo Nugroho sama dengan jebolan S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University, Singapura.

Keoni Marzuki sama dengan Associate Research Fellow memakai Program Indonesia pada RSIS, Nanyang Technological University, Singapura.