Blog · May 17, 2021

Pemilihan jajahan kepingan India maka berlanjutnya ketidakrelevanan INC

Penulis: Arun R Swamy, Universitas Guam

Semua kelompok yg berperan serta bernas pusingan termuda pelantikan jajahan kepingan India menjumpai seluruh profit – sama ahad dispensasi. Kongres Nasional India (INC) yg suah besar lantas gelongsor selaku bukan relevan. Partai administrator domestik, Partai Bharatiya Janata (BJP), bukan maju terasing makin setia walakin becus memungut penghiburan sejak pembangunan pada pendatang sekat tradisionalnya, sepenggal boyas sama mendedikasikan INC.

Pemenang boyas yakni partai-partai regional yg lantas memimpin pada jajahan kepingan yg mereka kuasai. Namun lebih-lebih buat partai-partai ini, pemilu menyurukkan muka mega getir. Ditetapkan sama kondisi lonjakan COVID-19 kedua pada India pada mana versi virus yg bersemi pada bernas bumi menubruk jajahan itu, pemilu meninggalkan kecil isyarat buat peluang ambang.

Lima yurisdiksi hilang ke sarung pengambilan vokal perian tunas ini bernas operasi yg terserak sepanjang seluruh kamar sebab kegalauan perkara keselamatan maka penyiaran COVID-19. Dua jajahan kepingan, Tamil Nadu maka Kerala, maka ahad jajahan pertautan, Puducherry, berharta pada runjung kidul jajahan itu. Dua jajahan kepingan, Benggala Barat maka Assam, berharta pada timur. Tidak terlihat yg berharta pada jajahan pati BJP pada India lor maka barat.

Hanya pada Assam, perlombaan tercantum sama teater ketatanegaraan domestik sama Aliansi Demokratik Nasional didikan BJP yg bertakhta menyisihkan United Progressive Alliance (UPA) yg dipimpin INC buat melindungi gigi. Karena setiap pakta pada jajahan kepingan itu dipimpin sama kelompok nasionalnya sendiri-sendiri, pemilu mereplikasi keberpihakan domestik. Tetapi sama maraknya partai-partai regional maka rasial yg terdiri sejak kedua pakta maka memukul karakter penghancur, susah buat meraih contreng sejak kepastian ini ke pelantikan domestik yg laten.

Faktor regional lebih-lebih makin mengambil pada jajahan kepingan asing, khususnya pada Benggala Barat. Ketua Menteri Mamata Banerjee, yg mengasingkan badan sejak INC ala tarikh 1998 buat mengajar Kongres Trinamool regional, mengepalai partainya merengkuh keuntungan ketiga berendeng walakin putus kursinya singular pada lembaga legislatif mengintil jalan serentak BJP buat menggulingkannya. Meskipun dirinya becus lantas menjabat demi bendahara unggul sepanjang dirinya terseleksi selaku tangan legislatif bernas masa heksa kamar, ketewasan perseorangan ini mana tahu tak pelebaya setia buat kemauan nasionalnya.

Di Benggala Barat, kehadiran BJP demi preferensi sejak Trinamool becus mendemonstrasikan narasi jelas. Di jajahan kepingan yg suah menyenangkan hati tadbir komunis yg dipilih sebagai demokratis terlama pada semesta (1977-2011), Partai Komunis India-Marxis (CPI-M) yg suah besar, berserikat sama sisa-sisa INC pada jajahan kepingan tercantum, menanggulangi sebuah ketiga terasing.

Namun pada Kerala, Front Demokratik Kiri (LDF) yg dipimpin CPI-M-lah yg memboyong peluang status kedua yg belum suah terlaksana sebelumnya – pada jajahan kepingan pada mana Front Persatuan Demokratik yg dipimpin sama LDF maka INC suah gonta-ganti gigi setiap pelantikan sepanjang 40 tarikh. BJP, yg suah mendesak buat menciptakan dirinya singular pada jajahan kepingan, menderita kehampaan.

Tetangga timur Kerala, Tamil Nadu, yakni semata wayang jajahan kepingan pada mana kelompok petahana putus gigi. Karena kelompok All India Anna Dravida Munnetra Kazhagam, yg putus gigi, yakni kepingan sejak NDA sedangkan jago Dravida Munnetra Kazhagam yakni kepingan sejak UPA, pelantikan ini sebagai teknis mencerap pergeseran sejak penguasa yg berat sebelah ala BJP selaku yg berat sebelah ala INC.

Tetapi sama kedua kelompok domestik memukul karakter marjinal, hasilnya makin membayangkan suasana nasional ketimbang domestik, terpenting ketewasan kepala tempo kedua kelompok kampus semenjak pelantikan termuda. Dan menimbang bahwa Tamil Nadu suah diperintah semenjak 1967 sama galat ahad sejak sepasang kepak putaran Dravida – tampang ketatanegaraan chauvinisme akal budi Tamil – sangkutan nasionalnya menyimpangkan bukan terus.

Bekas kampus kandung Prancis berujar Tamil pada Puducherry jua mencerap transfigurasi pemerintahannya, serokan ini komersial BJP. Tetapi penguasa yg masih bertakhta bukan putus serupa itu meluap kepingan, sebab meluap kepala INC membelot ke pecahan disiden yg berserikat sama BJP, ataupun sama BJP itu singular. Puducherry bergugus-gugus sama urutan jauh jajahan kepingan maka region yg diperintah sama pecahan disiden INC.

Mengingat konstruksi ketatanegaraan nasional yg bervariasi maka bainah bahwa kelompok petahana unggul pada semesta skala ketatanegaraan, susah buat meraih kajian benar-benar sejak pemilu buat peluang ambang tadbir BJP Perdana Menteri Narendra Modi. Juga bukan mana tahu buat menimbang ekor apa pun yg mana tahu dimiliki sama lonjakan COVID-19 – ataupun mana tahu tinggal – ala tulisan tangan ketatanegaraan BJP sebab sepenggal boyas pengambilan vokal terlaksana ala kamar Maret, sebelum arus terburuk sejak arus detik ini.

Satu bainah yg menjendul yakni berlanjutnya kemerosotan INC maka kementakan pemimpinnya, Rahul Gandhi. Rahul, anak, cucu, maka cicit bekas pertama bendahara, yakni kepala yg celih maka bukan mustajab. Dia didorong ke pos yg bukan diinginkannya sebab ketidakmampuan INC yg serius buat mengamini operasi demokratis (ataupun apa pun pula) buat menugasi perdua pemimpinnya.

Hal ini mengadakan meluap jenis, yg dipimpin sama tokoh-tokoh sepantun Mamata Banerjee yg memperoleh gendongan orang biasa yg jelas, mencagun sejak kelompok. Beberapa sejak ini tunggal terima mengatak sendiri-sendiri jajahan kepingan, walakin bukan terlihat yg becus menghadang BJP sebagai domestik. Masa ambang ketatanegaraan India maka tulisan tangan penguasa Modi berpegang ala apakah INC selaku preferensi yg mustajab ataupun berbuntut pada pias yg bukan relevan.

Arun R Swamy yakni Profesor Ilmu Politik pada Universitas Guam.