Blog · June 7, 2021

Penelitian berbareng semesta melahirkan macam mana lauk beradaptasi karena pengasaman bahar karena memodifikasi wajah gen

Perubahan mondial yg didorong sama hamba Allah menyongsong populasi objektif bakal mahir macam mana varietas bahar cakap beradaptasi karena konteks dunia yg diprediksi paham durasi mesra (misalnya hipoksia, pemanasan bahar, bersama pengasaman bahar). Efek berawal penembusan CO2 ekspresi antropogenik sama segara mempengaruhi (adalah pengasaman bahar) menebar melalui tataran biologis, berawal alterasi paham perkampungan gedung denyut ala proporsi nano tenggat organismus, ilmu faal, bersama tindak-tanduk menyelusuri cara ekosistem bersama propertinya.

Untuk bersitegang nasib paham dunia pH yg berlengkesa, organismus bahar perlu memadankan ilmu faal mereka yg, ala susun molekuler, dicapai karena memodifikasi wajah gen. Studi mengenai alterasi wajah gen serupa itu cakap menopang mengungkap prosedur adaptif denyut dekat lantai bayangan konteks pengasaman bahar dekat saat permulaan.

Memanfaatkan makmal kalimantang
Ada sebagian sarung dekat bintang siarah ini dekat mana keaktifan argo bernyala memegang buih CO2 berawal motif bahar yg menciptakan konteks yg sederajat karena yg diprediksi bakal berlangsung dekat semesta segara paham durasi mesra. Laboratorium kalimantang serupa itu setelah cakap menopang kita mahir segala sesuatu yg bakal berlangsung ala organismus bahar dekat saat permulaan dekat lantai skrip pengasaman bahar. Oleh lantaran itu, perdua penelaah berawal Divisi Penelitian bakal Ekologi & Keanekaragaman Hayati Universitas Hong Kong (HKU) bersama Institut Ilmu Kelautan Swire, berbareng karena perdua penelaah berawal Universitas Adelaide, melancarkan pelawatan ke tanah vulkanik tersendiri dekat Selandia Baru yg disebut Pulau Putih. Mereka menyatukan spesimen berawal rembesan CO2 bersama posisi terdamping, bersama menguraikan keterangan molekuler berawal varietas lauk (kepet tiga Common) karena nas ekologis yg menerima beradaptasi karena dunia yg diasamkan dekat tingkapan vulkanik CO2. Temuan ini dipublikasikan paham buku harian kesempatan melompong yg diulas sepekerjaan, Evolutionary Applications.

Mempelajari prosedur perubahan menyelusuri perpindahan varietas
Studi ini mendeteksi wajah gen yg bertambah semampai ala gonad ala lauk yg nasib dekat tingkapan CO2 karena pH yg bertambah hina ketimbang lauk berawal dunia otoritas karena konteks CO2 bersama pH seputar. Sebagian tegap gen tertulis selaku fungsional berkujut paham preservasi homeostasis pH, promosi metabolisme, bersama kewajiban penyerasian cara biologis ambang yg melahirkan cara signifikan yg niscaya disesuaikan sama lauk bakal nasib dekat dunia pH yg bertambah hina. Menariknya, itu pertama lauk pria karena ciri yad wajah ini menyemboyankan hasil reproduksi selaku laki mengikhlaskan pemeliharaan indung berawal reban.

Ketika mengintip antrean kenyataannya berawal gen-gen ini bersama alterasi genetiknya, prosais mendeteksi nas berawal cara pemilihan kalimantang paser berjarak. Perubahan genetik, yg kita ujar perpindahan, menyubsidi lauk surplus adaptif bakal nasib dekat dunia yg diasamkan, terwalak dekat antrean DNA yg mengategorikan wajah gen. Mutasi paham antrean penyerasian ini kagak bakal menghasut kesegaran orang yg membawanya saat bermukim dekat dunia pH seputar, tapi ini patut membolehkan penyerasian fisiologis yg disesuaikan paham dunia pH yg berlengkesa. Variasi genetik yg terjaga lir itu paham antrean penyerasian DNA cakap mengikhlaskan kekuatan adaptif bakal pengasaman bahar paham durasi mesra ala lauk.

Selain itu, prosais menawarkan prosedur perubahan karena fasilitas kekuatan adaptif bakal pengasaman bahar ini cakap dipertahankan paham warga alamiah lauk. Spesies lauk miring berlangsung dekat meregangkan geografis yg besar karena pH yg bertentangan. Jadi, kementakan tegap menyerupai karena segala sesuatu yg berlangsung ala triplefin normal, alterasi genetik yg membolehkan denyut dekat dunia pH yg secolek berlengkesa alias bervariasi telah terbuka paham berisi warga lauk. Larva lauk yg bukan main dispersif berkontribusi ala pancaran alterasi genetik ini dekat penyeling warga satu varietas. Oleh lantaran itu, patut diharapkan bahwa alterasi genetik paham antrean penyerasian wajah gen yg selaku efektif memadankan respons fisiologis akan pengurangan pH bakal menyisihkan bulan-bulanan populer bakal pemilihan kalimantang adaptif paham durasi mesra dekat lantai promosi pengasaman bahar.

“Temuan penggalian ini menyiratkan bahwa meleset unik keadaan yg bertambah relevan paham keadaan daya tampung varietas bahar bakal mengetahui alterasi saat permulaan paham konteks dunia mereka yakni alterasi genetik mereka waktu ini. Dengan sebagai itu, penaksiran susun kerukunan genetik varietas bahar yg bertentangan yakni yg menyesatkan signifikan, bersama waktu ini aku masih mengerjakannya,” tegas Dr Natalia PETIT-MARTY, prosais prima esai bersama Postdoctoral Fellow paham kubu yg dipimpin sama Dr Celia SCHUNTER dekat Divisi Penelitian Ekologi bersama Keanekaragaman Hayati & Swire Institute of Marine Science, HKU.

“Kami bukan main asian kuasa mengunjungi tempat-tempat tersendiri ini yg menyubsidi aku cerita sejenang mengenai macam mana segara bakal tertumbuk pandangan dekat saat permulaan. Untuk mengukuhkan temuan aku cakap diterapkan dekat beragam ekosistem bahar, aku saja melancarkan pelawatan ke bolongan CO2 dekat terumbu jalin tropis dekat Papua Nugini bersama terumbu berbatu dekat Laut Mediterania, bersama bakal mempertemukan penggalian aku mengenai kekuatan adaptif lauk bahar akan pengasaman bahar, ” ganduh Dr Celia SCHUNTER, Asisten Profesor dekat Divisi Penelitian bakal Ekologi bersama Institut Ilmu Kelautan & Swire, HKU.

Kajian lengkapnya prima serokan dipublikasikan dekat Evolutionary Applications ala 8 April 2021. N. Petit-Marty, I. Nagelkerken, SD Connell, bersama C. Schunter. (2021). Rembesan CO2 alamiah melahirkan kekuatan adaptif akan pengasaman bahar ala lauk.

Makalah penggalian cakap diakses berawal: https://onlinelibrary.wiley.com/kekasih/10.1111/eva.13239

Unduhan tulisan bersama amanat: https://www.scifac.hku.hk/press

Untuk perbahasan penghubung, mari hubungi Ms Casey To, External Relations Officer (tel: 3917 4948; email: [email protected] / Ms Cindy Chan, Asisten Direktur Komunikasi Fakultas Sains HKU (tel: 3917 5286; email: [email protected] hku.hk) alias Dr Celia Schunter, Divisi Penelitian HKU bakal Ekologi bersama Keanekaragaman Hayati & Institut Ilmu Kelautan Swire (email: [email protected])

SUMBER / Universitas Hong Kong