Blog · October 27, 2021

Presiden Turki Erdogan mengatakan kemungkinan akan bertemu Biden di Glasgow, di tengah perselisihan program jet tempur, Europe News & Top Stories

ISTANBUL (AFP) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia berharap untuk bertemu dengan mitranya dari Amerika Serikat Joe Biden di sela-sela konferensi iklim COP26 di Glasgow, media Turki melaporkan pada Rabu (27 Oktober).

Pertemuan itu, yang akan menjadi yang kedua bagi kedua pemimpin sejak Biden terpilih sebagai presiden, datang dengan Turki mencari US$1,4 miliar (S$1,9 miliar) sebagai kompensasi setelah Washington mengusir sekutu NATO itu dari program jet tempur F-35 karena membeli sebuah Sistem pertahanan rudal Rusia.

Komentar Erdogan kepada wartawan dalam penerbangan kembali dari perjalanan ke Azerbaijan muncul setelah Gedung Putih merilis jadwal Biden pada KTT Kelompok 20 akhir pekan ini di Roma yang tidak termasuk pertemuan dengan pemimpin Turki.

“Agenda Roma dan Glasgow tampaknya telah berubah,” kata Erdogan seperti dikutip. “Kami kemungkinan akan bertemu di Glasgow, bukan di Roma.”

Konferensi iklim PBB COP26 dibuka di kota Skotlandia pada hari Minggu dan berlangsung hingga 12 November.

Pertemuan itu juga akan terjadi di tengah pertikaian diplomatik baru yang membuat Erdogan mengancam akan mengusir duta besar dari AS dan sembilan negara Barat lainnya atas dukungan mereka untuk pemimpin masyarakat sipil Turki yang dipenjara.

Erdogan, yang menuduh utusan itu ikut campur dalam urusan Turki, mendukung ancaman itu setelah kedutaan mengeluarkan pernyataan yang berjanji untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Turki.

Erdogan memiliki hubungan yang sulit dengan Biden, yang terakhir dia temui di sela-sela KTT NATO di Brussels pada Juni.

Pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia tahun 2019 oleh Turki telah mengganggu hubungan, yang membuat Washington memblokir rencana Ankara untuk membeli sekitar 100 pesawat F-35 AS generasi berikutnya.

Erdogan bersikeras pada kompensasi, dengan mengatakan Washington dapat membayar kembali setidaknya sebagian dari uang muka US$1,4 miliar yang dibuat Turki untuk F-35 melalui pengiriman jet tempur F-16 generasi yang lebih tua.

Masalah F-35 akan menjadi topik paling penting dalam pertemuannya dengan Biden, kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa dia akan memiliki kesempatan untuk mengkonfirmasi secara langsung apakah Washington bersedia mengembalikan uang melalui pengiriman F-16.

Jika demikian, katanya, “kita akan membuat kesepakatan”.

Setiap penjualan militer harus disetujui oleh Kongres AS, di mana sentimen anti-Turki kuat karena catatan Erdogan tentang hak asasi manusia.

Pada hari Rabu, pejabat militer AS dan Turki mengadakan pembicaraan di Ankara untuk mengakhiri program siluman F-35 yang dibatalkan.

Pentagon mengatakan para pejabat bertemu di Ankara “untuk mengatasi masalah yang tersisa akibat penghapusan Turki dari program F-35, yang diselesaikan pada 23 September”.