Blog · August 2, 2021

Startup Singapura Terapkan Kecerdasan Buatan Untuk Budidaya Udang

Sebuah startup Singapura mengaut kementakan operasi menjumpai intelek desain selanjutnya Internet-of-Things setapak kian melantas selanjutnya sudah membabarkan segala apa yg disebutnya “pemecahan tunggal asbes” menjumpai petambak udang rebon berbobot tindak prima menjumpai “mengganti akuakultur sebagai ilmu pengetahuan.”

AquaEasy mengusulkan pemecahan yg beraksi atas penapisan, perkakas lembut, selanjutnya majemuk operasi pandai menjumpai mengecek selanjutnya memaksimalkan kriteria vital menjumpai pematang udang rebon, misalnya tingkat cecair, imbalan makanan, selanjutnya pembandingan kesegaran.

Solusinya didasarkan ala keterampilan penilikan evidensi menyedot intelek desain menjumpai mengaplikasikan sistem digital periode ke-21 ala akuakultur tua, yg berhajat menjumpai memotong upah selanjutnya efek pembudidaya udang rebon, mencari jalan menjumpai meluaskan kepastian selanjutnya prediktabilitas, dan mengaplikasikan pengerjaan akuakultur yg kontinu.

Kontrol akuakultur berbasis cloud jangka suntuk

Prosesnya dimulai atas penapisan yg membuat pengukuran yg tepat, kencang, selanjutnya tahan per majemuk kriteria tingkat cecair, evidensi durasi jelas yg akan datang diproses sama perkakas lembut yg dirancang spesifik atas konektivitas cloud selanjutnya tersaji dekat sekotah perkakas yg terhubung. Analisis evidensi berbasis intelek desain pun membagikan paham terhadap estimasi biomassa selanjutnya ketaknormalan perkembangan udang rebon.

Hal ini mengharuskan perkiraan pengetaman, pengoptimalan imbalan makanan, pencegahan efek kekecewaan, administrasi tingkat cecair, dan pengamatan selanjutnya pengarahan jangka suntuk, peri perseroan, serta mengingat-ingat bahwa solusinya sejauh ini sudah diterapkan dekat pematang udang rebon dekat Singapura, Indonesia, selanjutnya Vietnam dekat mana paruh petambak udang rebon sudah beres mengadopsinya. pendapat menjumpai mengatur perigi mereka menyeberangi smartphone.

AquaEasy didukung sama perseroan rekayasa Jerman Bosch menyeberangi perubahan yg segar diluncurkan selanjutnya garis haluan masa tunas start-up “Grow” yg sudah didirikan berpatungan atas sarira ikhtiar perluasan korporat Badan Pengembangan Ekonomi Singapura EDB New Ventures selanjutnya dibuka ala 28 Juli.