Blog · August 28, 2021

TOKYO TORCH, Sedang menempuh desain pembentukan ulang nisbah gembung yg dirancang sama Mitsubishi Jisho Sekkei

Terletak pada akrab wilayah bidang usaha Tokyo yg ikonik terhitung Otemachi maka Marunouchi, wilayah Tokiwabashi yg kuno bertindak sepanjang tiga ketika selaku bab gaba-gaba ke Kastil Edo, kunci tadbir Jepang sepanjang durasi segar pendahuluan. Kemudian, selesai introduksi Stasiun Tokyo ala warsa 1914, terminal ini sebagai kurik jalan masuk kepada membran sepur elektrik lokal Jepang. Pada 1960-an wilayah ini dibangun ulang melalui bangunan perkantoran gembung maka prasarana perkotaan rancaman, maka sepanjang para sepuluh tahun memanggul kemajuan perniagaan Jepang yg kencang per situs kuncinya pada kunci Tokyo.

Distrik Tokiwabashi tenggang ini lagi menempuh pembentukan ulang nisbah gembung (posisi desain: 31.400 m2) sama tubuh jalan yg dipimpin sama Mitsubishi Estate, melalui haluan kepada makin meninggikan penggunaan arena tercantum. Dibayangkan selaku terang ukuran yg menyoroti Jepang, wilayah pembentukan ulang ini diberi titel TOKYO TORCH. Koji Matsuda, gembong Mitsubishi Jisho Sekkei bakal menjabat selaku tendas Kantor Desain Proyek TOKYO TORCH yg menyelenggarakan rombongan sketsa gembung paham desain tercantum.

Konsep: Arsitektur Perkotaan selaku Media Kesehatan maka Koneksi

TOKYO TORCH bakal mempertemukan harta mustahak penting arena Otemachi-Marunouchi-Yurakucho selaku wilayah perniagaan sari Jepang. Tetapi rombongan sketsa lagi mencerling makin per semata-mata fungsionalitas perniagaan kepada membuat guncangan, keriuhan, kemangkakan, keheningan perasaan, maka keselamatan ke paham desain, sebab saya beriktikad itulah yg sewajarnya diberikan sama rupa ketika kedua puluh mono-.

Empat Bangunan Utama Baru Direncanakan kepada Distrik

1. Menara Tokiwabashi (jangkung 212 m, 38 pada buat darat* maka 5 lunas pada slintat-slintut, terpacul pengerjaan yg dijadwalkan: Juni 2021, dewan maka kawasan ritel)

2. Menara Obor (jangkung 390 m, 63 lunas pada buat darat maka 4 lunas pada slintat-slintut, terpacul pengerjaan yg dijadwalkan: 2028, dewan, motel, auditorium, kawasan ritel)

3. Gedung Gardu Listrik (4 lunas slintat-slintut, rencana pengerjaan: etape mono- Juni 2021, etape duet 2027)

4. Gedung Biro Pekerjaan Air & Sewerage (jangkung 53 m, 9 lunas pada buat darat maka 3 lunas pada slintat-slintut, terpacul pengerjaan yg dijadwalkan: Maret 2022)

*Menurut Building Standards Act of Japan, 40 lunas pada buat darat

Beradaptasi melalui New Normal pada Dunia Pasca COVID-19

Sebuah pusat belanja gembung bakal menerkam seputar 7.000 m2 renggangan Menara Tokiwabashi maka Menara Obor, pada kunci wilayah pembentukan ulang. Plaza ini bakal terhubung melalui pengamatan sembir samudra yg aktual pada sejauh Sungai Nihombashi, ruangan cecair Tokyo yg utama sebagai historis, bersama ke Taman Tokiwabashi, yg terwalak pada muka paksina wilayah pada garis posisi gaba-gaba Kastil Edo. Plaza lagi bakal terhubung ke landasan mendelongop yg melingkar pada seputar delapan lunas mula-mula Menara Obor, yg merentang ke tegalan para-para. Area perantau ruangan gugus menerkam seputar 20.000 m2. Berkat korespondensi bagus renggangan kawasan perantau maka duet tower, bakal mengharuskan kepada membentuk urusan yg menyatukan sekotah prasarana. Selain itu, blok perantau ruangan yg lebar cakap digunakan selaku dewan mendelongop ataupun ajang kepada rehat yg menyehatkan, meninggikan mutu operasi kirim buruh wilayah.

Menara Tokiwabashi bakal menerkam kafetaria maka lounge kasar kirim mereka yg beraksi pada bangunan, bersama keselamatan sonder singgungan. Tim sketsa lagi beraksi kepada menyodorkan rupa gerakan ini makin terpisah berulang pada Torch Tower. Melalui fitur-fitur seakan-akan ajang parkir yg lebar kirim mereka yg melanglang ke kunci metropolis melalui kereta angin, saya merespons kenormalan aktual yg tenggang ini maju pada Jepang.

Saat ini, pada senter diseminasi umum COVID-19, orang-orang ala dasarnya mengenapkan ulang segala apa yg mesti ditawarkan metropolis maka gedung menjelang komunitas. Dengan menghubungkan orde yg hening maka aman tenggang ini per rupa, seakan-akan kawasan perantau yg lebar, preferensi yg diperluas kepada maju pada seputar metropolis, maka kawasan dalam yg berat fungsional, desain TOKYO TORCH bakal mengharuskan pemakai kepada merasakan keriuhan maka kepelikan butala jelas. kawasan sawangan. Harapan saya sama dengan melalui menyendikan sketsa saya ala filosofi ini, wilayah ini bakal sebagai sigi ukuran kala pendahuluan yg cakap dibagikan Jepang melalui pongah menjelang butala.

Menara Tokiwabashi

Dijadwalkan tuntas ala Juni 2021. Ruang berpatungan kepada sekotah buruh bangunan bakal berlokasi pada duet lunas (lunas 3: kafetaria; lunas 8: lounge maka kawasan sidang). Layanan berpatungan buntut bakal disediakan kepada meninggikan penampilan maka skala pengetahuan butala jelas yg ditawarkan tower. Tepi wai Nihombashi maka etape mula-mula medan kunci (3.000 m2) lagi bakal tuntas ala terpacul ini.

Menara Obor

Dijadwalkan tuntas ala 2028, ini bakal sebagai tower ulung desain. Pada 390 m, itu lagi bakal sebagai bangunan jangkung prima pada Jepang. Tim sketsa dipimpin sama Koji Matsuda selaku tendas Kantor Desain Proyek TOKYO TORCH, pada Mitsubishi Jisho Sekkei Inc., melalui gembong turunan berikutnya maka pemikir tamasya metropolis, Sou Fujimoto (sel buat), Yuko Nagayama (sel lembah bukit), maka Takanori Fukuoka (pusat belanja) menjabat selaku pengusul sketsa rombongan. Tim berbagi pemandangan kepada menciptakan jagat maka akal budi yg betul-betul memperbesar menerobos kesuburan maka kecakapan teknis. Bersama-sama, saya berkomitmen kepada mewujudkan Torch Tower selaku bangunan jempolan jangkung yg dibangun kepada hamba Allah, pada mana semesta, rupa, maka kesibukan hamba Allah menyatu melalui bagus. Dek pengamatan mendelongop bakal ditempatkan pada sel buat bangunan, tengah motel lapisan butala (seputar 100 ruang) bakal diundang kepada mendiami lunas 57 senggat 61, yg menikmati pengamatan ulung. Pada ketinggian seputar 300 m, lobi motel lunas 57 bakal berventilasi melalui angin enak maka dipenuhi pohon baru. Alas, yg terdiri per lunas 1 pada slintat-slintut senggat lunas 6 pada buat darat, bakal mengedepankan zona ritel maka, per lunas 3 senggat 6, auditorium serbaguna (seputar 2.000 pos). Sebuah landasan mendelongop yg baru bakal mengepung permadani.

Membangun Komunitas yg Aman maka Terjamin

Untuk mendatangi tower melalui ketinggian yg belum tahu berlangsung sebelumnya pada grama yg kerap merasakan guncangan rat maka harapan angin ribut, Mitsubishi Jisho Sekkei merembet ke pengetahuan maka kecakapan perantau reguler per paruh insinyur strukturalnya, yg suah beraksi pada munjung bangunan perkantoran jempolan jangkung pada Jepang maka perantau teritori. Dengan menghubungkan tata kekuasaan getar kerabang perantau yg sebagai sakti menyedot kaki perantau kepada memayungi segala gedung seakan-akan kerabang, desainnya sebagai bena menyusutkan gegaran sekiranya berlangsung guncangan rat ataupun harapan pesat maka menanggung pangkat kekuatan seismik prima pada grama ini. Plaza ini bakal dilengkapi melalui fitur-fitur seakan-akan billboard elektronik berdimensi gembung maka Wi-Fi sehingga cakap mengelola arena sekitarnya selaku pokok aktivitas penyembuhan kenahasan sekiranya berlangsung status terpaksa. Selain itu, auditorium serbaguna bakal tersuguh selaku ajang penadahan tengah sekalian keadaan udara, menganjurkan gendongan yg makin gembung kirim paruh komuter yg tersakat.

Garis gembung desain

Nama: TOKYO TORCH / Menara Obor, Menara Tokiwabashi
Lokasi: Chiyoda-ku, Tokyo, Jepang
Penggunaan: Kantor, Ritel, Hotel, Tempat Umum / Parkir, Jalan maka Plaza Besar
Area letak: 31.400 meter petak / 337.987 tungkai petak
Total lebar lunas: 544.000 meter petak / 5.855.567 tungkai petak (Menara Obor), 146.000 meter petak / 1.571.531 tungkai petak (Menara Tokiwabashi)
Tinggi: 390 m / 1.280 tungkai (Menara Obor), 212m / 696 tungkai (Menara Tokiwabashi)
Lantai: 63 pada buat darat / 4 basement (Torch Tower), 38 pada buat darat / 5 basement (Tokiwabashi Tower)
Pengembang: Mitsubishi Estate Co., Ltd. Pelaksana Proyek Pembangunan Kembali Kawasan Perkotaan Kelas 1 pada Otemachi
2 –Chome Tokiwabashi District
Dijadwalkan tuntas: 2028

Arsitek (sekotah) Koji Matsuda / Kepala Kantor Desain Proyek TOKYO TORCH pada Mitsubishi Jisho Sekkei Inc.
Saran sketsa (sel buat) Sou Fujimoto Architects
Saran sketsa (sel lembah bukit) Yuko Nagayama & Associates
Saran sketsa (pusat belanja) Takanori Fukuoka / Fd Landscape

*Menurut Building Standards Act of Japan, 40 lunas pada buat darat

Koji Matsuda
Kepala Kantor Desain Proyek TORCH TOKYO pada Mitsubishi Jisho Sekkei Inc.
Bertanggung balas buat sketsa maka perlindungan kepada sekotah permintaan pembentukan ulang pada Otemachi, per semarak mula-mula senggat semarak keempat (desain tenggang ini). Dalam desain ini, sebuah institusi terbatas berjulukan Tokiwabashi Project Design Office dibentuk kepada melantaskan sketsa.

Mitsubishi Jisho Sekkei Inc.
Situs web: https://www.mj-sekkei.com